Yuk Datangi Kota Kecil Candidasa di Bali Yang Tenang dan Mendamaikan Diri

Candidasa tak lain dan tak bukan ialah merupakan destinasi wisata yang berada di bagian paling timur Pulau Bali. Saat Bali mulai dikenal oleh turing asing, Candidasa yang dahulu suatu desa nelayan, berkembang jadi sensasi pariwisata terbaru di Bali. Pantainya yang memiliki pasir putih ditambah barisan pohon kelapa yang mengelilingi tepi pantai menawarkan keeksotisan khas pantai tropikal buat turis-turis yang pergi mengunjunginya. Saat ini Candidasa lebih populer dikalangan wisatawan yang mau bersantai dan menjauh dari keramaian orang lain dalam wisatawanya. Keasrian alam yang ada di pantai-pantai Candidasa cocok tuk Anda yang sedang membutuhkan ketenangan dan merasakan kehidupan unik masyarakat Bali. Dari sini bakal lebih mudah bagi Anda tuk mengeksplorasi destinasi wisata di timur Bali seperti Pasir Putih, Pantai Labuan Amok, dan Desa Bali Aga di Tenganan.

Saat perjalanan ke Candidasa, saya perhatikan emang banyak pantai untuk Candidasa yang telah “hilang” akibat penambangan batu karang tuk mendirikan fasilitas di pantai ini. Yang masih sisa sekedar tumpukan batu-batu besar di pinggir pantai. Tetapi, jangan biarkan hal tersebut mematahkan semangat Anda, sebab lautan biru serta panorama indahnya masih disana tuk menyambut kunjungan Anda. Begitu tiba di Candidasa, hal pertama yang kami perbuat ialah mencari restoran tuk mengisi perut kosong saat menikmati perjalanan. Setelah melirik sejumlah restoran, akhirnya kami pilih tuk mencoba restoran tepi pantai yang diberi nama Le-Zat. Betul saja, makanan disini sungguh sangat lezat! Tempatnya pun mengasyikan dan menghadap ke lautan. Disamping itu, seorang juga menyediakan pilihan masakan eastern & western. Kadang-kadang mereka mengadakan pertunjukkan juga seperti budaya tradisional guna menghibur para semua tamu yang datang!

Sehabis perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan kembali trip salah satu pantai ngetop di Candidasa, yakni Pantai Pasir Putih. Walaupun beberapa pantai di wilayah ini sudah tererosi oleh ombak, asrinya Pantai Pasir Putih masih terjaga. Pantai berpasir putih ini terbentang sepanjang 500 meter dan berada seperti mengumpat dari keramaian. Lokasinya pun tak jauh, cuma 20 menit berkendaraan dari Candidasa. Lantaran ini baru pertama kalinya kami berkunjung ke Pantai Pasir Putih, kami rada kesulitan mencari jalan lalu akhirnya harus berhenti bertanya kepada warga disana. Jalan ke pantai sedikit menantang. Mobil kami musti melewati hutan, semak belukar serta jalan berbatu hingga saya bisa lihat bentangan laut biru serta pasir putih dari arah yang jauh.

Seperti yang dibayangkan saja, Pantai Pasir Putih rasanya sepi dan tenang. Pasirnya yang terawat dan halus, ditambah hembusan angin pantai serta cahaya sang surya yang berkilau diatas air, menjadikan pantai ini selayaknya sebuah surga kecil. Sebagian turis berjemur diatas sunbed, sebagian bermain di air biru yang bersih, ada pula yang cuma bersantai sambil menikmati minum segarnya kelapa muda. Jika Anda mau beraktivitas seru, di Pantai Pasir Putih pun ada sekian banyak tempat yang mempromosikan paket snorkeling ke pulau-pulau sekitar yang akan membuat siapa saja terkagum melihat keindahan alam bawah lautnya yang penuh dengan biota laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *