Hujan Tangis Iringi Pemakaman Emiliano Sala di Progreso

Emiliano Sala memang bukan siapa-siapa bila ketimbang dengan Lionel Messi ataupun Gonzalo Higuain. Dia bukanlah megabintang. Tapi, kematian tragisnya telah mendaratkan duka pada semua penjuru dunia. Tragedi kematiannya sudah membuat warga Progreso, kampung halamannya, amat berduka.

Sabtu (16/2), tangisan panjang bergema di Progreso. Ratusan warga menunduk dalam-dalam sebab menahan haru yang menyeruak ketika menyaksikan peti jenazah sang ujung tombak. Itupun terjadi saat peti tersebut dibawa menuju Santa Fe, tempat jasad Emiliano Sala dikremasi pas permintaan family-nya.

Tentu saja, duka paling dalam dan tangisan terpanjang merupakan milik keluarga Emiliano Sala. Horacio, ayahnya, hanya dapat melempar pandangan menerawang menuju angkasa. Di sisi lain, Mercedes, sang ibunda, tidak kuasa mempertahankan air mata. Tangisnya pecah di dada seorang anggota keluarga lain.

Saat ini, semua kenangan soal Emiliano Sala bangkit di benak orang-orang yang telah sangat mengenalnya. “Saya menyesalkan kehilangan seperti itu. Dia merupakan pahlawan rombongan saya, seseorang yang menjadi bahan omongan setiap orang, ” tutur Diego Solis, mantan juru tak-tik Emiliano Sala di Progreso pada Clarin.

Mirta Taffarel, bibi sang striker, jua punya kenangan indah. “Saya punya kenangan-kenangan terbaik. Semua yang ia capai merupakan apa yang saya impikan. Dia sedang berada di dalam karier paling bagusnya. Saya menyusul senyumnya, salah satu anak yang benar-benar bersahaja. Dia memiliki teman pada mana-mana. Itu sungguh hari kelabu untuk kami, ” kenang sang bibi.

Pada tengah duka dan pikir kehilangan mendalam itu, sejumput kekecewaan memang ada. Ini terkait misteri besar pada balik tragedi tersebut. Keluarga merasa tidak mendapatkan penjelasan lengkap tentang kematian tragis Emiliano Sala.

Mengenai hal tersebut, Mirta mencoba bersikap bijak. “Saya rasa tragedi itu membuat rombongan saya sangat kehilangan sesuatu serta kami pada kota itu akan terus mengingatnya. Aku ingin mendapatkan pihak yang bertanggung jawab pada tragedi ini. Tapi, sepertinya tragedi ini adalah takdir, ” ucap ia lagi.

Progreso memang bakal sulit mengabaikan Emiliano Sala. Sambutan mengesankan dalam prosesi pelepasan jenazahnya menjadi bukti tak terbantahkan. Neil Warnock, manajer Cardiff City, hingga takjub. “Ini momen yang sangat mengesankan. Semua warga kota berkumpul. Saya amat terkesan dengan ikatan kebersamaan yang terbangun dalam menyusul dia, ” ujar Warnock.

Warnock menjadi saksi tangisan panjang Progreso untuk Emiliano Sala. Tangisan yang entah kapan bakal benar-benar sirna. Mungkin sampai ada anak lain melalui kota receh itu yang menggebrak jagat dan membikin seluruh warganya sangat bangga seperti.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *